Biarkan Hati yang Bicara
Aku Nia, saat aku berumur 7 tahun aku baru sadar kalau aku berbeda dari yang lain. Aku sama sekali nggak bisa ngungkapin segala sesuatu yang ada dalam pikiranku dengan kata-kata. Setiap aku mencoba untuk bicara, yang keluar hanya ucapan-ucapan nggak jelas yang orang normal nggak bakalan bisa mengartikannya.
Semenjak saat itu aku mengungkapkan semuanya lewat puisi-puisi yang mewakili setiap keadaanku. Semuanya aku pelajari dari sekolah luar biasa, mulai dari mengenal huruf, angka, berhitung, membaca dan berbicara isyarat.
Saat umur 10 tahun mama mengenalkan aku dengan piano. Semenjak saat itu aku belajar giat untuk bisa memainkan piano. Setiap denting yang berbunyi sebagai isyarat perwakilan pikiran dan hatiku.
Kebisuan ini tidak aku anggap sebagai penghalang untuk dapat beraktivitas seperti orang normal lainnya. Seperti hari ini aku harus ke tempat les piano sendiri, sama seperti hari-hari sebelumnya.
Terlalu buru-buru membuat aku menabrak seseorang. Semua partitur latihan pianoku berjatuhan di tanah. Pria itu membantu aku mengambil semuaya dan merapihkannya. Dia mengulurkan tangannya meminta maaf dan menyebutkan salah satu nama yang akan selalu aku ingat sampai kapanpun.
”Andre,” katanya sambil mengulurkan tangan
Aku mengulurkan tanganku dan langsung pergi. Masih aku dengar Andre berteriak dari belakang.
”Jangan pergi, nama kamu siapa?” teriaknya dengan kencang
Teriakan itu membuat aku mempercepat laju jalanku. Aku nggak tau ini namanya apa, ada getar dalam hatiku saat aku melihat Andre untuk pertama kalinya. Hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Apa ini yang namanya cinta???
Sebenarnya aku ingin sekali lebih mengenal Andre, bukan hanya sekedar nama. Tapi aku cukup tahu diri, hanya akan mempermalukan diri sendiri, bila aku harus tetap berdiri di sana lebih lama.
Kamarku, 18 november 2008
Biarkan hati yang bicara
Biarkan ia berkata-kata
Hanya hati yang tahu kebenarannya
Mulutmu bisa berdusta
Tapi tidak dengan hatimu
Ketika ada cinta hati kan berbunga
Ketika ada penghalang itulah kebisuan
Air mataku menetes deras saat aku menuliskan sebait puisi itu dalam buku harian. Terkadang aku benci dengan kehidupanku sekarang, mengapa aku harus dilahirkan dengan keadaan bisu seperti ini. Aku marah pada Tuhan, orang tuaku, bahkan benci pada diri sendiri. Tapi mama membuka pikiranku dengan tetap memberikan perlakuan yang sama dengan kak Ima, kakak perempuanku.
JLJ
”Duh...tuh cewek siapa ya namanya, kenapa dia harus langsung pergi gitu aja,” Andre bergumam sendiri di kamarnya sambil mengingat kembali kejadian tadi siang.
”Pokoknya gue harus cari tahu siapa nama tuh cewek gimanapun caranya.”
Andre punya rencana buat nungguin cewek kemarin di tempat yang sama keesokan harinya.
”Udah jam segini kok dia belum lewat juga ya?” Andre bertanya pada dirinya sendiri.
Sudah dua jam dia berdiri disana, tapi cewek yang dia tunggu nggak kunjung tiba. Abang gorengan yang mangkal di dekat jalan itupun gerah dibuatnya.
”Mas nungguin siapa sih?, kok dari tadi saya lihatin kayaknya gelisah banget”
”duh nih abang resek banget sih,” gumam Andre dalam hati
”saya lagi nungguin cewek yang suka lewat sini bang”
”cewek yang mana mas? di sini tiap hari juga banyak cewek yang lewat”
Andrepun menyebutkan ciri-ciri Nia,
”tinggi, langsing, putih, pokoknya TOP BGT deh bang”
”yang mana ya mas?” gaya abang gorengan sok-sok mikir
“dia suka bawa partitur gitu bang”
”partitur apaan ya mas?” tampang bloon abang gorengan kelihatan banget
“pokoknya yang isinya not-not balok, sama nada-nada gitu”
“duh kalau yang begituan saya nggak ngerti mas”.
Andre akhirnya sadar kalau nanya sama abang gorengan cuma buang-buang waktu dan tenaga saja. Akhirnya dia memutuskan untuk nunggu keesokan harinya lagi.
Jam yang sama di tempat yang sama, Andre berdiri nggak sabar menanti cewek yang sampai sekarang namanya pun ia nggak tahu.
“Kenapa sih gue jadi kayak orang bego gini, padahal kalu dipikir-pikir masih banyak cewek lain,” Andre ngomong sendiri.
Beberapa menit kemudian Andre melihat Nia lewat, dengan semangat yang mengebu-gebu ia berlari menghampiri Nia.
”Hi...,”sapa Andre
Nia hanya diam saja, ia kaget dan mempercepat langkahnya. Andre mengimbangi langkah Nia dengan sedikit berlari.
”Nama kamu siapa?, kenapa sih setiap pertanyaan aku nggak kamu jawab?, salah ya kalau aku mau kenal kamu lebih dekat?”
Nia hanya diam, dalam hati ia membatin.
”Sama sekali nggak salah ndre, tapi semuanya bakal sia-sia kalau kamu tahu bahwa aku hanya seorang cewek bisu”
Nia langsung masuk ke dalam tempat les, dan meninggalkan Andre yang masih bingung dengan semuanya.
Andrepun nggak kehabisan akal, ia mencari tahu melalui resepsionist.
”Selamat siang mas, ada yang bisa saya bantu? ”ucap resepsionost itu sopan
“saya cuma mau tanya mbak, cewek yang masuk barusan namanya siapa ya?”
“o… mbak Nia”
“Nia?nama yang bagus” Andre membatin
“mbak Nia itu les piano di sini udah lama banget, kadang-kadang dia juga membantu guru-guru di sini mengajar. Tapi maaf ya mas sebelumnya, mas harus tahu kalau mbak Nia itu punya kekurangan, nggak normallah kayak kita-kita,” sang resepsionist sedikit bergosip
“kekurangan gimana mbak?”
“dia nggak bisa bicara, dia bisu”
Jawaban mbak tersebut menohok hati Andre, dia nggak menyangka cewek seperfect Nia ternyata seorang gadis bisu.
“makasih ya mbak”kali ini Andre nggak sesemangat tadi
“sama-sama mas”
JLLJ
Nia menangis sejadi-jadinya, dia mendengar semua yang dikatakan mbak Ratna dan Andre barusan. Dia sadar Andre bakalan putar haluan ketika tahu keadaan sebenarnya.
”Kenapa setiap orang selalu melihat kekurangan fisik bukan melihat kekurangan hati” ucap Nia ditengah-tengah tangisnya.
Nia minta izin untuk pulang lebih awal hari ini. Setelah mendapatkan izin ia langsung pergi meninggalkan tempat lesnya. Namun, alangkah kagetnya Nia saat melihat Andre berdiri di depan tempat lesnya. Nia berusaha menghindar, tapi Andre terlalu cepat sehingga ia tidak bisa mengelak lagi.
”Nia, aku udah tahu semuanya tentang kamu, kamu jangan menghindar dari aku. Kekurangan kamu itu nggak bakalan jadi penghalang buat aku untuk terus mencintai kamu. Sejak pertama kita ketemu aku tahu kalau kamu adalah cinta yang aku tunggu selama ini.”
Nia nggak nyangka kalau ternyata Andre juga merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Ia mengeluarkan pensil dan kertas, alat komunikasi yang selama ini membantunya.
KAMU TIDAK KENAL SIAPA AKU
”Oleh sebab itu Nia, beri aku waktu untuk mengenal kamu”
KAMU PASTI SUATU SAAT AKAN NINGGALIN AKU
”Nggak Nia, aku janji akan selalu ada buat kamu”
Semenjak saat itu Nia dan Andre selalu bersama, Andre selalu ada saat Nia butuh seseorang untuk menyandarkan kepalanya, butuh pelukan saat ia menangis, Andre selalu ada.
Seperti saat hari ulang tahun Nia, Andre memberikan surprise party untuk Nia. Andre bilang kalau ia hari ini sakit jadi nggak bisa ngejemput Nia di tempat les. Keadaan itu bikin Nia panik, ia pun segera menuju rumah Andre dengan taksi. Sesampainya di sana semua gelap, kecuali cahaya lampu taman belakang yang terlihat menembus dari ruang makan. Niapun langsung menuju taman belakang, dan alangkah terkejutnya Nia ketika melihat di sana Andre telah berdiri dengan busana ala pangeran di dunia impian.
”Happy birthday to Nia, happy birthday to Nia......”Andre menyanyikan lagu itu dengan tampang yang lucu sekali sambil membawa kue tart dengan lilin bertuliskan angka 22, usia Nia saat ini. Malam itu begitu indah, dan Andre begitu berarti bagi Nia. Mereka menghabiskan malam itu dengan melihat bintang-bintang yang berkilauan di langit. Bintang, bulan, langit bahkan anginpun tak ingin ketinggalan merasakan bahagia di hati Nia, mereka terus bercahaya dan berhembus menyanyikan lagu syahdu, lagu alam tentang kebahagian.
MUNGKIN MULUTKU TAK DAPAT BERUCAP
TAPI HATI INI TETAP MAMPU BERUJAR
IZINKAN HATIKU TETAP BERBICARA
HANYA KAMU YANG MAMPU BUATKU BAHAGIA
SAAT PERTAMA BERTEMU, HARI INI, DAN NANTI
Nia menuliskan puisi itu untuk Andre, Andre hanya bisa tersenyum.
”Aku nggak bakalan ninggalin kamu. Saat-saat seperti ini adalah saat terindah yang tak kan mungkin tergantikan dengan apapun” Andre berujar sambil membelai rambut Nia dengan lembut.
Andre adalah makhluk setengah dewa bagi Nia. Makhluk yang telah menyayanginya dengan ketulusan jiwa. Satu-satunya orang yang mampu membangkitkan ia disaat ketidak berdayaan menerpanya.
Sampai suatu saat Nia memberanikan diri untuk mengajak Andre mengenal keluarganya. Tante Ina mamanya Nia senang sekali ketika tahu Nia sudah memiliki pacar.
”Duduk nak Andre”
”terima kasih tante” jawab Andre sedikit gugup
Tak berapa lama muncullah Nia membawa minuman, selain itu ia membawa serta kakaknya dan memperkenalkannya pada Andre.
”Andre”
”Ima”
Ima, mirip sekali dengan Nia hanya saja Ima terlihat lebih dewasa dan pastinya lebih sempurna dibandingkan Nia.
Semenjak perkenalan itu Andre sering main ke rumah Nia, hanya untuk sekedar silaturahmi ataupun yang lainnya. Entah mengapa setelah sekian lama bertemu dengan Ima ia memiliki perasaan berbeda. Perasaan yang dulu ia rasakan saat ia pertama kali bertemu dengan Nia.
Terlalu cepat memang untuk memastikan bahwa rasa yang ada itu adalah cinta. Sering bertemu, bertatap muka, atau berbicang membuat Andre semakin dekat dengan Ima. Awalnya ia sering curhat mengenai hubungannya dengan Nia, tapi lama-kelamaan yang ia rasakan adalah perasaan nyaman dan ada sebersit rasa rindu apabila akhirnya ia tidak menghubungi Ima untuk beberapa saat.
Perasaan yang sama juga dirasakan Ima, banyak cowok tampan yang mendekatinya. Tapi kenyataannya rasa itu tak dapat berbohong.
Semakin sering Andre bertemu dengan Ima membuat ia tidak bisa membohongi perasaannya lagi. Ia datang kini bukan untuk Nia melainkan untuk Ima. Mereka habiskan waktu untuk mengobrol berdua, bahkan mencuri waktu untuk bertemu tanpa sepengetahuan Nia.
”Jujur aku sayang Nia,” Andre berkata pada Ima disaat mereka mencoba untuk kesekian kalinya bertemu tanpa sepengetahuan Nia
”aku juga sayang dia ndre, tapi aku juga nggak bisa nyangkal kalau aku juga nggak bisa kehilangan kamu”
Dialog itu selalu mengganggu Andre selama beberapa hari ini, dia merasa sangat bersalah kepada Nia tapi di sisi lain dia nggak mau kehilangan Ima. Perang batin yang tak berkesudahan. Ima yang sangat sempurna ataukah Nia gaadis yang lebih dulu ia cintai. Akhirnya Andre memutuskan untuk tetap menjalin hubungan dengan keduanya sampai akhirnya waktulah yang akan menjawab siapa yang akan ia pilih.
Sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Seperti itulah yang terjadi, akhirnya Nia tahu hubungan antara Andre dan kakaknya sendiri. Suatu kali ia memergoki Andre dan kak Ima, mereka sedang bergandengan mesra. Bukankah hal yang sangat tidak masuk akal. Terlebih setelah itu seorang cowok yang mengaku dekat dengan Ima menelepon Nia dan mengatakan bahwa Nia harus tahu tentang hubungan yang telah dijalin oleh kakaknya dan Andre. Awalnya Nia tidak percaya namun bertemu untuk kedua kalinya dengan keadaan yang sama membuat Nia semakin yakin, bahwa ada hubungan khusus antara kak Ima dan Andre. Semakin hari Andre semakin jarang menghubungi Nia, ia selalu menghindar setiap kali Nia mengajak jalan ataupun nonton, hal yang sering mereka lakukan dahulu.
Dan pada puncaknya Nia mengajak Andre untuk bertemu di salah satu cafe yang selama ini menjadi saksi cinta dan bahagia mereka. Bukan hal yang romantis seperti dulu yang kali ini akan dibahas.Nia langsung to the point dan menuliskan kata-kata yang sangat tidak diduga sebelumnya oleh Andre.
KAMU PILIH AKU ATAU KAK IMA, Nia menulis di kertas
Untuk beberapa lama Andre terdiam, dan akhirnya ia beranikan diri untuk menjawab. Bagaimanapun juga ia tidak memiliki kekuatan untuk membohongi Nia, gadis yang selama ini telah mengisi hari-harinya.
”Nia maafkan aku, itu pilihan sulit buat aku. Jujur aku sayang kamu, tapi aku nggak bisa ninggalin Ima buat kamu” Andre berusaha jujur dengan perasaannya sendiri saat ini.
Jawaban Andre membuat Nia menangis, air mata yang berusaha ia tahan dari tadi akhirnya tumpah juga.
KAMU TEGA SAMA AKU
Kata-kata terakhir yang dituliskan Nia kepada Andre. Setelah itu ia berlari meninggalkan Andre yang masih terpaku mengingat kejadian yang tidak ia sangka sebelumnya akan berakhir seperti ini.
Malamnya Nia terus menangis di kamarnya. Mama dan kak Ima tidak mampu membujuknya untuk keluar kamar. Hati Nia bertambah hancur, kenapa harus kakaknya sendiri yang merenggut kebahagiannya. Tapi Nia sadar ia bukan siapa-siapa seperti kak Ima yang hampir tidak memiliki kekurangan. Kak Ima yang cantik, dewasa, pintar, kak Ima yang keibuan, pandai memasak, seorang model, semuanya terlihat begitu sempurna. Semuanya begitu sia-sia bila dibandingkan dengan Nia yang hanya seorang gadis bisu. Malam itu menjadi malam yang amat memilukan bagi Nia, ia menangis seorang diri tanpa Andre yang biasanya menemaninya berbagi cerita dan sedih.
Nia membolak-balik semua puisi-pusinya yang khusus ia buat untuk Andre. Sebuah lagu juga ia ciptakan untuk mewakili perasaan bahagianya ketika berada dekat dengan Andre. Semua kenangan itu ia kumpulkan bersama foto-foto mereka berdua. Nia sadar semuanya harus dihapuskan.
Nia begitu terpuruk atas kejadian yang menimpanya.
”kenapa ketika aku mencintai seseorang orang itu malah mencintai orang lain, aku sadar semua kekurangan yang aku miliki. Tapi apakah tidak ada sedikit jalan yang bisa aku tempuh untuk merasakan sedikit saja indahnya cinta” Nia hanya bisa membatin dengan derai air mata.
Diambilnya buku harian yang selama ini menjadi sahabat setianya, lalu ia tuliskan sebait kata-kata terakhir yang ingin sekali ia sampaikan pada Andre.
My room, 08 Agustus 2009
Kutulis semua ini sebagai bukti
Bukti keagungan cinta yang tidak pernah pudar
Walau nafas terhenti
Walau jiwa pergi meninggalkan raga
Ku nanti kau di surga
Puisi terakhir untuk Andre yang ditulis Nia. Keesokan harinya Nia ditemukan sudah tak bernyawa. Darah mengalir dari pergelangan tangannya. Nia memilih mati demi cinta dari pada ia tetap hidup tetapi cintanya yang mati.
Mendengar kabar kematian Nia Andre bergitu terpukul, ia menyesal telah membuat Nia menderita. Ia mengambil semua kenangan terindah mereka dan menyimpan semuanya. Berhari-hari Andre mengurung diri di kamar, ia berteriak, menangis dan selalu menyebut-nyebut nama Nia. Masih adakah cinta itu untuk Nia?. Terlalu mudah mengambil keputusan untuk mencintai, Andrepun menyadari dan menyesali semuanya.
Disaat terpuruk seperti ini Ima sangat berarti, Andre seperti melihat Nia di sosok Ima. Imalah yang membantu Andre bangun dari keterpurukannya. Ima yang dewasa mampu membuat Andre bertahan. Bertahan untuk terus hidup dengan cinta, karena cinta itu tidak pernah pudar dan mati, masih ada seseorang yang memilki dan menanti cinta. Cinta Ima dan Nia yang tertanam kukuh untuk Andre.
JLLJ
10 TAHUN KEMUDIAN
”Nia, jangan main di jalan sayang” suara Ima sedikit berteriak
Nia adalah buah cinta yang tidak akan pernah pudar, buah cinta Andre dan Ima.
Biarkan hati yang bicara
Biarkan ia berkata-kata
.................
Andre tersenyum melihat Nia kecil yang lucu, ia sadar kebahagian itu bukan untuknya, tapi tetap untuk Nia. Hati telah bicara, ia telah memilih yang terbaik. Memilih untuk tetap mencintai, bukan untuk membagi cinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar